Pagelaran GAYA2016: Sang Pengibar; The Untold Story of Surabaya

IMGM1118-w1200-h800

06 Apr Pagelaran GAYA2016: Sang Pengibar; The Untold Story of Surabaya

 

Gelar Budaya (GAYA) merupakan pagelaran budaya yang dilaksanakan setiap tahunnya sejak tahun 2007, pertunjukan yang selalu mengusung budaya dan sejarah Indonesia yang dikolaborasikan dengan tarian dan musik kontemporer yang timbul dari semangat untuk berkreatifitas dan nantinya berguna bagi kemajuan seni budaya di Indonesia.

Selain menampilkan tarian, musik dan akting, Sang Pengibar: The Untold Story of Surabaya menceritakan kepada penonton tentang sejarah perjuangan anak muda Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan setelah proklamasi dimana pertempuran besar yang terjadi di Surabaya diperingati sebagai hari Pahlawan setiap tahun pada tanggal 10 November.

Drama musikal Sang Pengibar: The Untold Story of Surabaya yang dipertontonkan dalam dua kali masa pertunjukan dalam satu hari yakni sore dan malam hari, mendapatkan sambutan yang sangat ramai, hal tersebut dibuktikan dengan jumlah tiket yang terjual habis di setiap pertunjukannya. Acara ini diselenggarakan di National Library Building Drama Centre, tanggal 20 Maret 2016.

Sang Pengibar: The Untold Story of Surabaya bercerita mengenai peristiwa pertempuran antara tentara Indonesia dan pasukan  Belanda yang terjadi pada tanggal  10 November 1945 di SurabayaJawa Timur.  Pertempuran yang merupakan perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan menjadi salah satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme dibalut dengan kisah persaudaraan dan persahabatan.

Dalam pertunjukan kali ini SMUKI juga menggandeng beberapa mahasiswa Indonesia dari universitas lainnya seperti dari Singapore Institute of Management, La Salle dan PSB Academy untuk berpartisipasi serta menyumbangkan ide dan tenaga dalam menyukseskan Sang Pengibar: The Untold Story of Surabaya juga mengikutsertakan mahasiswa yang berasal dari Singapura, India, Filipina, Malaysia dan Tiongkok sebagai aktor-aktor dalam pertunjukan tersebut.

Kegiatan tahunan GAYA SMUKI dapat menumbuhkembangkan kreativitas mahasiswa Indonesia yang belajar di Singapura yang nantinya akan berguna apabila mereka sudah lulus dari bangku kuliah dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk tetap berkarya di Indonesia serta dapat memberi contoh kepada pelajar lainnya untuk tetap bisa berkarya disela-sela kegiatan belajar di sekolah masing-masing.