CHINGAY PARADE 2017

About This Project

CHINGAY2017_0004__1488355362_61259

Setiap tahunnya, Singapura mengadakan sebuah parade jalanan untuk menyambut perayaan Cap Go Meh yang disebut dengan Chingay Parade yang artinya pertunjukan seni kostum dan panggung. Tahun ini Singapura menggelar acara Chingay 2017 dengan mengambil tema “Soundwaves Chingay, We Care Singapore”.

Edit_IMG_1471

Chingay Parade 2017 dimeriahkan dan diikuti oleh sekitar 2000 orang yang berasal dari Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kamboja dan Tiongkok serta ditonton sekitar 180.000 orang. Parade ini disiarkan secara langsung melalui siaran stasiun televisi nasional Channel 8 Singapura dan relay televisi internasional dari mancanegara.

CHINGAY2017_0024__1488355448_78325

Sejak tahun 2008, Indonesia menjadi salah satu delegasi internasional terbesar Chingay Parade yang ikut berpartisipasi setiap tahunnya. Tahun 2017, Indonesia berpartisipasi dengan didukung oleh 250 orang yang berasal dari berbagai daerah baik dari kalangan perguruan tinggi, sekolah, lembaga seni maupun atas nama Pemerintah Kabupaten. Tim yang berpartisipasi tersebut adalah: Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta; Pemkab. Klaten dan Indonesia Batik Lurik Carnival sebagai main group dan ISI Denpasar; Universitas Negeri Medan; Al Azhar Shifa Budi; Pemkab Boyolali; Mahasiswa Indonesia dari Singapore Institute of Management (SIM) serta staf KBRI Singapura sebagai supporting group.

CHINGAY2017_0779__1488357693_68200

Rumah Budaya Indonesia (RBI) di bawah tugas dan tanggung jawab  Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Singapura yang didukung oleh KBRI Singapura kembali ikut meramaikan Chingay Parade 2017 yang diadakan pada tanggal 10-11 Februari 2017 di Sirkuit F1 Pit Arena Singapura.

CHINGAY2017_0690__1488357267_29192

Chingay Parade adalah rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Istilah Chingay sendiri berasal dari bahasa Tionghoa yang berasal dari dua kata dari Bahasa Mandarin “zhenyi” yang berarti “seni sejati” dan “zhuāngyì” yang berarti “miniatur panggung yang diberi hiasan” atau mengapung sesuai versi Singapura. People’s Association Youth Movement (PAYM) menjadi kontributor aktif untuk Chingay Parade di Singapura.

CHINGAY2017_0761__1488359346_83442

Dengan mengangkat tema Pesona Kencana Indonesia, Indonesia menjadi tim pembuka kontingen internasional. Dengan gerakan dinamis serta music rancak dari berbagai lagu daerah di Indonesia, memasuki lintasan dan langsung mendapat sambutan meriah dari penonton. Sembari mengoyangkan light stick yang dibagikan oleh panitia, penonton menunjukkan apresiasi yang besar kepada tim Indonesia dengan tepuk tangan yang sangat meriah mengikuti irama musik yang terdengar megah.

CHINGAY2017_0928__1488357503_70692

Lintasan yang menjadi arena pentas Chingay Parade 2017 terbagi menjadi enam area. Setiap kelompok penampil mempersembahkan tarian di sepanjang lintasan F1 Pit dengan jarak lebih dari satu kilometer. Tahun ini lintasan parade terdiri dari tiga seksi, kolam air, aspal dan ramp (panggung). Tim Indonesia memanfaatkan ketiga lintasan tersebut dengan koreografi yang memanjakan mata.

CHINGAY2017_1091__1488357780_30606

Pada hari pertama, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyempatkan untuk datang di camp Tim Indonesia yang sedang melakukan persiapan. Duta Besar KBRI Singapura, Ngurah Swajaya beserta istri dan beberapa diplomat KBRI Singapura termasuk Atdikbud KBRI Singapura juga ikut berparade bersama dengan delegasi Indonesia yang disaksikan oleh Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan ribuan penonton lainnya.

CHINGAY2017_0707__1488357370_70974

Selain sebagai ajang memperkenalkan kekayaan khazanah seni budaya, event ini juga dijadikan sebagai promosi berbagai destinasi menarik di Indonesia, dengan tujuan menarik warga singapura untuk melihat keindahan Indonesia dari keberagaman pakaian adat, tarian dan musik daerah.

CHINGAY2017_0615__1488356168_87395

Diharapkan untuk keikutsertaan Indonesia pada Chingay Parade tahun-tahun berikutnya adalah lebih menampilkan keragaman Indonesia terutama untuk daerah-deaerah yang jarang dipromosikan sehingga kebudayaan dari daerah tersebut dapat dikenal lebih luas serta meminimalisasi klaim atas budaya Indonesia seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya.

CHINGAY2017_0628__1488356908_68860